PILKADA

 
POLITIK - PARPOL
Kamis, 05 Agustus 2010 , 23:39:

BOGOR - PDI Perjuangan akan lebih selektif dan berhati-hati dalam mengusung calon untuk dijagokan di Pemilukada. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu tidak ingin calon yang diusung diganggu karena bermasalah.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, dalam jumpa pers sebelum penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar Partai di Sentul International Convention Center, Bogor Jawa Barat, Kamis (5/8) malam.

“Kalau ada indikasi suatu kasus, kita akan kirim tim hukum untuk mempelajari sampai sejauh mana proses hukumnya,” ujar Puan dalam jumpa pers sebelum penutupan Rakornas Tiga Pilar.

Puan menegaskan, PDI Perjuangan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Namun  jika calon yang akan diusung sudah dipastikan bermasalah seara hukum, maka PDI Perjuangan akan mencoretnya.

“Karena bagaimanapun kita akan dirugikan. Ketika sedang kampanye diciduk. Ke depannya calon yang terkena masalah hukum tidak akan dicalonkan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Puan juga menyinggung soal komitmen kepala daerah yang menggunakan PDI Perjuangan sebagai perahu dalam Pemilukada. “Kalau yang tidak mau bekerja (untuk PDIP), yang nggak akan dicalonkan (lagi),” pungkasnya.(ara/jpnn)


Sembilan Pasangan Bersaing di Pemilukada Kabupatan Bandung

Sabtu, 10 Juli 2010 | 18:43 WIB
A A A Dibaca 160 kali

BANDUNG,TRIBUN- Sembilan pasangan balonbup dan balonwabup Bandung akan besar bersaing pada pemilukada Bandung 29 Agustus mendatang. Kesembilan pasangan tersebut, lima pasangan berasal dari unsur parpol, dan empat pasangan lainnya berasal dari unsur perseorangan.

Mereka adalah Yadi Srimulyadi - Rusna Kosasih (PDI Perjuangan dan Partai Gerindra), Atori Herdianajaya - Dadi G Jiwapraja (Partai Demokrat), Dadang M Naser - Deden Rumaji (Partai Golkar), Ridho Budiman Utama - Dadang Rusdiana (PKS dan PBB) serta Deding Ishak - Siswanda HS (PKB dan PAN). Sementara itu, empat pasangan dari jalur perseorangan adalah Lili Muslihat - Edi Sartono, Marwan Effendi - Asep Nurjaman, Tatang Rustandar - Ujang Sutisna, dan Asep Soleh - Dayat Somantri.

"Itu masih bisa berubah karena terdapat beberapa persyaratan yang masih belum dipenuhi satu pasangan kandidat. Penetapan akan kami lakukan pada Senin (12/7) mendatang," kata Anggota KPU Kabupaten Bandung, tatang Sudrajat, Sabtu (10/7)

Pilkada Grobogan
10 Pelamar Kembalikan Formulir ke DPC PDI P

Grobogan, CyberNews. Empat pelamar calon bupati (cabup) dan enam pelamar calon wakil bupati (cawabup) Grobogan, lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) telah mengembalikan formulir kepada panitia.

Keempat pelamar cabup tersebut yakni Hj Sri Sumarni SH (anggota DPRD Grobogan yang juga bendahara DPC PDI-P Grobogan), H Agus Supriyanto SE (mantan Bupati Grobogan periode 2001-2006), H Suwoto (tokoh masyarakat asal Toroh), H Pangkat Djoko Widodo SH MM (Staf Ahli Bupati Grobogan).

Sedangkan 6 pelamar cawabup adalah M Yaeni SH (Ketua DPRD Grobogan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Grobogan), M Arif Efendi SH MM (Camat Grobogan), H Pirman MPd (mantan Ketua PGRI Grobogan), Hadi Suwignyo (Ketua Demang Manunggal Grobogan), Ir Djasmani SIP (anggota Komisi C DPRD Grobogan) dan HM Misbah SAg MSi (Ketua DPC PPP Grobogan/anggota Komisi A DPRD Grobogan).

"Ada dua calon yang hingga pendaftaran ditutup pada tanggal 30 Juni belum mengembalikan formulir. Dua pelamar tersebut yaitu Drs Suwoto (Kades Plosoharjo Kecamatan Toroh) dan Heru Kisbandono SH MHum (pengacara)," ungkap Wakil Ketua Tim Delapan sebagai panitia penjaringan calon dari PDIP, Yoyok Prihantoro, Minggu (4/7).

Sepuluh nama pelamar yang telah melengkapi dan mengumpulkan kembali berkas lamaran, akan dibawa dalam Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDIP Grobogan, 11 Juli mendatang. Dalam kegiatan dijadwalkan dihadiri Sekjen DPP PDIP Tjahyo Kumolo tersebut, nama-nama itu akan diumumkan kepada peserta Rakercabsus yang terdiri dari perwailan pengurus ranting dan seluruh pengurus PAC, serta DPC.

Ditegaskan Yaeni, Rakercabsus yang akan diselenggarakan di GOR Simpanglima Purwodadi tersebut, bukan untuk menentukan calon yang diusung, melainkan sekedar pemberitahuan nama-nama yang diajukan ke DPP.

( Dheky Kenedi /CN16 )