Rabu, 21 April 2010

Megawati Ucapkan Sumpah Jabatan
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Kamis, 8 April 2010 | 13:55 WIB
Muhammad Hasanudin
Megawati berbincang dengan Sukirman, simpatisan PDI-P yang mengayuh becak dari Surabaya ke Bali demi menemui dirinya.
TERKAIT:

SANUR, KOMPAS.com - Setelah terpilih secara aklamasi dalam paripurna Kongres III PDI-P di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Kamis (8/4/2010) siang, Megawati Soekarnoputri mengucapkan sumpah jabatannya sebagai Ketua Umum partai periode 2010-2015.

Dengan dipandu oleh pimpinan sidang sementara Frans Lebu Raya, Megawati mengucapkan sumpahnya dengan suara yang tidak terlalu lantang tapi tetap jelas. "Janji jabatan. Pertama, bahwa saya untuk diangkat sebagai Ketum DPP PDI-P masa bakti 2010-2015 akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan UUD 1945, AD/ART PDI-P, piagam dan program PDI-P dan segala ketentuan partai yang berlaku," tuturnya.

Mega juga mengucapkan janji bawah dirinya akan menjunjung tinggi kehormatan, martabat dan disiplin partai, mengutamakan kepentingan partai daripada kepentingan pribadi, memegang rahasia partai serta berusaha menyelesaikan segala permasalahan partai dengan asas kekeluargaan.

Paripurna dibuka sekitar pukul 14.30 WITA dengan agenda pengambilan sumpah jabatan. Saat masuk ke ruang pelantikan, Mega disambut bak seorang ratu. Dia didampingi oleh putrinya Puan Maharani, suaminya Taufik Kiemas, serta petinggi partai lainnya seperti Tjahjo Kumolo dan Pramono Anung.

Setelah pengambilan sumpah, paripurna diskors hingga pukul 16.00 WITA. Nanti, Mega akan langsung mengumumkan orang-orang pilihannya dalam kepengurusan baru.

Pengurus Baru PDIP
Rano Karno Dilantik Hari Ini
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Rabu, 21 April 2010 | 11:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pengurus baru DPP PDI-P periode 2010-2015 dilantik hari ini, Rabu (21/4/2010). Tiga pengurus baru bisa dilantik karena pada hari terakhir kongres awal April lalu di Bali, mereka berhalangan hadir.

Mereka adalah Ketua DPP Bidang Informasi dan Komunikasi Rano Karno yang terkenal melalui sinetron Si Doel Anak Sekolahan, Ketua Bidang Organisasi Jarot Syaiful Hidayat, serta Ketua Bidang Perempuan dan Anak Irianti Sukamdani.

"Iya, hari ini ada pelantikan pengurus yang belum sempat dilantik kemarin," tutur Ketua DPP Bidang Kesehatan dan Tenaker Ribka Tjiptaning di DPP PDI-P Lenteng Agung sebelum pelantikan.

Pelantikan akan langsung dilakukan oleh ketua umum baru PDI-P, Megawati Soekarnoputri, setelah menerima keluarga bayi kembar Jared Christophel dan Jayden Christophel। Memang, seperti biasanya, DPP PDI-P menggelar rapat DPP setiap hari Rabu.


Tjahjo Kumolo, Sekjen Baru PDI-P
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Kamis, 8 April 2010 | 16:57 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Ketua Umum terpilih PDI-P Megawati Soekarnoputri akhirnya menjatuhkan pilihan hatinya kepada Tjahjo Kumolo untuk mendampinginya mengelola sebagai Sekretaris Jenderal PDI-P hingga tahun 2015 mendatang.

Selama ini, Tjahjo dikenal sebagai Ketua Fraksi PDI-P di DPR RI. "Setelah memang saya terus mencoba berpikir maka kali ini Sekjen diberikan kepada Tjahjo Kumolo," tutur Mega pada penghujung sidang paripurna Kongres III PDI-P di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Kamis (8/4/2010) malam.

Mega juga menyempatkan diri mengucapkan terima kasih banyak kepada Pramono Anung, Sekjen sebelumnya. Mega berterima kasih karena menurutnya Pramono sudah sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Pramono kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Tjahjo kemudian diambil sumpahnya bersama 25 pengurus lainnya langusng oleh Megawati. Mega berharap para pengurus ini nantinya segera bekerja untuk membesarkan partai dan bekerja untuk rakyat.

"Inilah muka-muka baru dari DPP yang telah saya godok sebenarnya berhari-hari bukan hanya menjelang kongres. Mencari kehormatan ini yg susah karena orang-orangnya harus berwibawa dan disiplin sehingga bisa mendisiplinkan partai," tutup Mega.

Kasus Gayus
Kejagung Cek Rumah Cirus Rp 4 Miliar
Rabu, 21 April 2010 | 12:53 WIB
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Jaksa Cirus Sinaga sewaktu membantah semua kecurigaan bahwa dia "main-main" dalam menangani perkara terdakwa Gayus HP Tambunan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (22/3/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kejaksaan Agung berjanji akan mengecek keberadaan rumah mewah seharga Rp 4 miliar yang diduga milik Jaksa Cirus Sinaga di Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara.

"Informasi itu akan kita tindak lanjuti, dan memerintahkan Jaksa Agung Muda Pengawasan (untuk mengecek kebenaran informasi itu)," kata Wakil Jaksa Agung (Waja) Darmono seusai acara pelantikan Kajati Sumatera Barat (Sumbar) dan Kajati Maluku, di Jakarta, Rabu (21/4/2010).

Cirus Sinaga dicopot dari jabatannya sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Tengah karena tidak cermat dalam menangani perkara pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Gayus HP Tambunan.

Cirus Sinaga, SH diduga memiliki sebuah rumah mewah di Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota.

Dari informasi yang berkembang di lingkungan Kejagung, Cirus Sinaga diduga memiliki sebuah rumah mewah di kawasan Jakarta Selatan yang harganya sekitar Rp 2 miliar. Rumah itu dibeli dari salah seorang pengacara, dan pengacara itu mengaku yang membeli rumah itu adalah pengusaha pisang.

Berdasarkan investigasi di Medan, Minggu (18/4/2010), rumah mewah yang disebutkan milik Cirus Sinaga itu berada berdekatan dengan Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI).

Salah seorang warga Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I yang mengaku bernama Boru Manurung mengakui rumah tersebut milik Cirus Sinaga, yang juga mantan Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam. "Hampir semua orang di sekitar sini tahu itu rumah Cirus Sinaga," kata Boru Manurung.

Namun, kata dia, warga di sekitar Jalan Busi itu jarang melihat Cirus Sinaga berada di rumah tersebut karena hanya ditempati keluarganya. "Dia jarang kelihatan di situ," katanya.

Kamis, 01 April 2010

3 Nama Masuk Bursa Sekjen


TIDAK hanya sikap PDI Perjuangan, apakah akan berkoalisi dengan pemerintah atau beroposisi, yang menghangatkan suhu politik menjelang Kongres III di Bali, 6-9 April mendatang. Siapa yang bakal menduduki jabatan sekretaris jenderal (sekjen) dan wacana memunculkan jabatan Wakil Ketua Umum DPP pun menjadi pembicaraan hangat di media.
Seperti disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Eva Kusuma Sundari, muncul tiga nama yang diwacanakan mengganti Pramono Anung sebagai Sekjen DPP. Dia menyebut tiga nama itu Maruarar Sirait, Ganjar Pranowo, dan Effendi Simbolon.

Ketiga nama bakal calon Sekjen DPP itu bukanlah wajah asing dalam PDI Perjuangan. Maruarar dan Simbolon selama ini duduk di kepengurusan pusat PDI Perjuangan sebagai Ketua DPP. Sementara Ganjar selalu dipercaya menjadi Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.

Ketiganya pun sama-sama duduk di DPR sejak periode lalu, dan sama-sama dikenal vokal dalam sepak terjangnya di parlemen. Siapapun, kata Eva, tentu boleh memiliki keinginan. Namun hasil akhirnya tetap akan berpulang kepada keputusan Ketua Umum DPP, Megawati Soekarnoputri.

Sementara, Pramono Anung disebut-sebut akan ditempatkan ke posisi yang lebih tinggi sebagai Wakil Ketua Umum PDI Perjuangan, sebuah jabatan yang selama ini tidak ada dalam kepengurusan DPP. Meski demikian, Sabam menilai, apapun yang akan terjadi di dalam tubuh partai, keputusan tetap berada di tangan Megawati.

"Posisi wakil ketua umum memang bisa saja diadakan, dengan mengubah AD/ART partai dalam kongres," jelas anggota Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan, Sabam Sirait.

Kongres PDI Perjuangan, katanya, tidak mengagendakan pemilihan sekjen. Yang ada dalam kongres adalah pemilihan ketua umum (ketum) dan formatur. Formatur itulah yang nantinya akan membantu sekaligus memberi masukan kepada ketua umum tentang nama-nama mana saja yang akan dimasukkan ke dalam susunan pengurus DPP periode berikutnya, termasuk nama sekjen. (pri/*)



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!